Wed. Jul 28th, 2021

Ketika seorang anak laki-laki atau perempuan lahir dari seseorang, lebih disukai untuk menamai anak itu pada hari ketujuh dan membuat Aqiqah. Dengan melakukan aqiqah, anak terlindungi dari segala jenis bahaya dan musibah.

Cara aqeeqah adalah jika anak laki-laki lahir maka harus disembelih dua ekor kambing atau dua ekor domba. Jika seorang anak perempuan lahir, satu kambing atau satu domba harus disembelih. Selanjutnya, kepala anak harus dicukur, rambut harus ditimbang, dan emas atau perak yang sama dengan berat rambut harus diberikan untuk amal. Jika ada yang mau, kunyit bisa dioleskan ke kepala anak.
Mendatangkan kehidupan baru ke dunia ini memang merupakan keajaiban. Penerapan ketaatan Islam yang ditentukan pada kesempatan berharga ini mengamankan perlindungan, berkah dan inspirasi bagi bayi yang baru lahir di sepanjang perjalanan hidup. Kedatangan bayi yang baru lahir ke dunia ini merupakan peristiwa yang membawa kegembiraan dan kegembiraan yang besar bagi orang tua, keluarga dan teman-teman. Bayi yang baru lahir menghembuskan kehidupan dan inspirasi baru ke dalam hati orang tua. Kesulitan dan kesusahan dilupakan, dan fokus serta perhatian orang tua sekarang diarahkan pada bayi baru mereka. Namun, penting juga untuk diingat bahwa ditambah dengan kegembiraan dan kegembiraan ini, kedatangan bayi yang baru lahir adalah tanggung jawab yang sangat besar di pundak orang tua.

Syariah telah menetapkan amalan tertentu pada kesempatan ini, yang sangat bermanfaat, dan jika dilakukan dengan benar, akan berdampak positif pada anak. Semua tradisi, ritual, dan adat istiadat yang tidak berarti, yang berdampak negatif bagi anak, harus ditinggalkan. Hanya praktik-praktik yang diarahkan kepada kita oleh Syariah yang harus diperhatikan.

Setelah Kelahiran Anak aqiqah depok

Jika memungkinkan dan kesehatan memungkinkan, anak harus dimandikan. Setelah itu, Athaan harus dilakukan di telinga kanan anak dan Iqaumah di telinga kiri. (Mirqaat, vol.8 hal.81) Athaan dapat dipanggil oleh ayah anak atau seorang Muslim dewasa. Dengan memanggil Athaan dan Iqaumah ke telinga bayi yang baru lahir, Keesaan Allah Ta’ala dan pesan Rasulullah (sallallahu alayhi wasallam) mencapai kedalaman hati anak. Benih Iman dan iman tertanam dalam diri sang anak. Athaan juga mengusir Setan. (ibid)

Lebih disukai membaca doa berikut setelah Athaan dan Iqaumah. (Mirqaat, vol.8 hal.82)

Untuk anak laki-laki bacalah: Allahumma inni Ueezuhu bika wa Zurriyyatahu Minash shaytaanir Rajeem. Ya Allah, aku mencari perlindunganmu untuknya dan keturunannya dari Setan terkutuk. (Surat Aal Imran)

Untuk seorang gadis membaca: Allahumma inni Ueezuha bika wa Zurriyyataha Minash shaytaanir Rajeem. Ya Allah, saya mencari perlindungan Anda untuknya dan keturunannya dari Setan terkutuk. (Surat Aal Imran)

Setelah itu ucapkan: Bismillah Rahmaan Nir Raheem. Qul Huwallahu Ahad Allahus Samad Lam Yalid walam Yulad wa lamyakullahu kufuwan Ahad. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Mengatakan! Dia adalah Allah, Yang Esa. Allah adalah satu di mana seluruh ciptaan bergantung dan Dia tidak bergantung pada siapa pun. Dia tidak melahirkan dan juga tidak diperanakkan. Dan tidak ada yang seperti Dia. (Surat Ikhlaas)

Untuk anak laki-laki baca: Allahumma Allimhul Kitaab wal Hikmata wa Faqqihhu Fiddeen. Ya Allah, ajarkan dia Alquran dan hikmah (Sunnah) dan berkati dia dengan pemahaman Dien. (Bukhari)

Untuk anak perempuan baca: Allahumma Allimhal Kitaab wal Hikmat wa Faqqihha fiddeen. Ya Allah, ajari dia Alquran dan kebijaksanaan (Sunnah) dan berkati dia dengan pemahaman Dien. (Bukhari)

Seseorang juga dapat membaca (untuk anak laki-laki: Allahummaj alhu Barran Taqiyyan wa ambithu Fil Islami Nabaatan Hasana. Ya Allah, buat dia saleh dan sadar Allah dan biarkan dia unggul dalam Islam dengan cara yang sangat baik.

Untuk seorang gadis membaca: Allahummaj alha Barratan Taqiyyatan wa ambitha fil Islaami Nabaatan Hasana, ya Allah, jadikanlah dia saleh dan sadar Allah dan biarkan dia unggul dalam Islam dengan cara yang sangat baik.

Baca Juga: Memilih Tangki Ikan Kaca atau Akrilik

Setelah lahir (Plasenta) dan Tali Pusar: Afterbirth dan navel-cord harus diperlakukan dengan hormat dan dikubur dengan hati-hati, karena keduanya adalah bagian dari tubuh manusia. Membuangnya di insinerator atau pusat limbah tidak dapat diterima. Mayat manusia, anggota badan dan organ tubuh tidak boleh dibakar atau ditinggalkan.

Tahneek : Tahneek artinya, menempatkan sebagian kecil zat yang dikunyah ke dalam mulut bayi, sebaiknya kurma. Madu atau apapun yang manis bisa menjadi pengganti yang ideal untuk itu. Tahneek adalah praktik Sunnah. (Sharhu Nawawi ‘ala Sahih Muslim, vol. 7 hal.349) Rasulullah (sallallahu alayhi wasallam) sendiri melakukan Tahneek dari banyak Sahaabah (sahabat) (seperti), Abdullah bin Zubair dan Abdullah bin Talha (radiyallahu anhuma). Tujuan Tahnik adalah mengambil pertanda baik bahwa hal pertama yang masuk ke perut anak adalah air liur seorang hamba Allah yang saleh. Harapannya anak akan terpengaruh oleh kesalehannya. (Sharh Nawawi, vol.7 hal.349). Seorang anggota keluarga yang saleh atau Aalim dapat melakukan Tahneek. Jika Tahneek dihilangkan karena alasan tertentu, tidak ada bahaya atau dosa.

Aqiqah : Aqiqah artinya mencabut rambut bayi dari kepala, menyembelih hewan atas nama anak, dan memilih nama yang sesuai dengan islami anak tersebut. Praktik ini sebaiknya dilakukan pada hari ke-7 setelah lahir. (Catatan: dalam menentukan hari ke-7, tanggal lahir harus diperhitungkan sebagai tanggal 1). Mustahab (terpuji) untuk mengorbankan hewan atas nama anak pada hari ke-7. Untuk tujuan aqiqah, harus disembelih 2 ekor domba atau kambing untuk anak laki-laki dan 1 ekor domba atau kambing untuk anak perempuan. Bergantian, 2 bagian dari hewan kurban tujuh bagian dapat dikurbankan untuk anak laki-laki dan 1 bagian untuk anak perempuan. (Hadits Sunan Tirmithi; 1516).

Juga Mustahab untuk menghilangkan rambut bayi pada hari ini, dan perak yang setara dengan berat rambut harus diberikan untuk amal. Jika praktik di atas dilakukan pada hari ke-7, maka akan lebih baik juga untuk menamai anak pada hari tersebut. Atau, seseorang bahkan mungkin memberi nama anak itu pada hari pertama. (Fathul Baaari vol.9 hal.671 bab.71; juga lihat Al-Azkaar, hal.361) Rasulullah (sallallahu alayhi wasallam) menamai putranya: Sayyiduna Ibrahim (alayhis salaam) pada hari kelahiran. (Sahih Muslim).

Telah dilaporkan dalam satu Hadis bahwa Rasulullah (sallallahu alayhi wasallam) melakukan Aqiqah Hasan (RA) dan memerintahkan Fatima (RA) untuk mencabut rambutnya dan memberikan setara dengan berat perak dalam amal. Setara ini adalah satu dirham atau kurang. (Mishkat)

Rasulullah (sallallahu alayhi wasallam) bersabda: “Anak itu dilindungi melalui Aqiqahnya, yaitu menyembelih atas namanya pada hari ke-7, mencukur rambutnya dari kepala dan memberinya nama Islam.” (Mishkat).

Catatan: Praktik yang disebutkan di atas tidak wajib. Jika seseorang memiliki sarana dan melaksanakannya, akan ada manfaat yang sangat besar. Praktik-praktik ini harus dilakukan sesuai dengan kemampuan finansial seseorang. Membebani diri sendiri di luar kemampuannya dengan mengambil pinjaman untuk memenuhi praktik-praktik ini harus dihindari. Bahkan sebagian Tabi’in pernah menyatakan bahwa dalam hal ini ketika orang tersebut menunaikan qurban di kemudian hari, maka sudah cukup untuk aqeeqahnya. (Fathul Baari, Hadits: 5472) Semua

orang diperbolehkan makan daging aqiqah. Orang tua, keluarga, tetangga, dan teman dari anak tersebut dapat mengambil bagian, atau dibagikan. Daging Aqiqah tidak bisa dijual.

Doa yang harus dibaca saat melakukan Aqiqah adalah: Allahumma haaza Aqeeqatu (nama anak), damuha bi damihee wa lahmuha bi lahmihee wa azmuha bi azmihee wa jilduhaa bi jildihee wa sha’ruha bi sha’rihee. Allahumma jalha fida’a ibnee minan naar. Ya Allah, hewan ini aku korbankan dalam nama-Mu untuk anakku, sebagai pengganti, darah untuk darah, daging untuk daging, tulang untuk tulang, kulit untuk kulit dan rambut untuk rambut. Ya Allah terimalah pengorbanan ini sebagai perlindungan bagi anak saya dari api neraka.

Setelah mencukur kepala, seseorang dapat mengoleskan Saffron di kepala anak. (Sunan Abi Dawud, Hadith: 2836 – Beheshti Zewar, part.3 hal.42).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *